BramaDipo

Pages

Selasa, 26 Desember 2023

Bukit berkabut.



Kabut turun, sepeninggal hujan malam tadi. 
Hawa dingin masih menjalar, terlebih saat angin meniupnya. 
Suara gesekan rel kereta dan lokomotif menggema, menutup nada cicit dan siulan burung.
 

Selamat pagi dari lembah bukit ini. Semoga bahagia ada, dihadap. 






 

Kamis, 06 Juli 2023

Cahaya Langit





Jika langit memiliki cahaya,
Mengapa saat malam hanya gelap yang terlihat ada?
Jika warna tak berhingga,
Mengapa hanya hitam dan putih saja yang terindera oleh mata?

Tidak, tidak.
Gelap adalah pertanda bahwa ada sebagian cahaya yang sampai kesana.
Tidak, tidak.
Warna yang kau lihat hanya terbatas oleh persepsi mata.

Keterbatasan indera adalah niscaya.
Sedangkan Nur melingkupi semuanya.
Berkonjungsi, berkesinambungan dengan segala indera.
Ia diam dalam tanya disetiap ragu yang bersarang  disetiap rongga dada.

Cobalah melihat keseluruh sudut.
Cobalah melihat kearah yang mungkin kau luput.
Atau tundukan kepala dalam sujud.
Mungkin kau akan temukan Nur yang tengah berdiam menunggumu untuk mengetuk.

#potmode

Selasa, 14 Maret 2023

Jijik.

Raut merupa babi.

Tebal, berliur dan jijik.

Berbalut sutera ternama,

Tak membuatmu jadi berharga.



Seperti juga anjing kurap,

Liar, berbau menyengat.


Serakah seperti rubah.

Sikat habis semua celah.



Memakan bukan hak.

Penuhi mulut hingga tersedak.

Manusia hina.

Kuantar ke neraka



#PotMode

Jumat, 13 Mei 2022

Niat Baik

 Niat baik itu dimulai dengan sikap yg baik meski pd org yg tdk baik.Niat baik jika dikotori dgn sikap/ucapan tak baik bukanlah kebaikan.


Ketakutan yg kau miliki,semakin membesar oleh sikap dan laku yg kau lampah|Dan saat kau melihat ketidak baikan lalu kau paksakan kebaikanmu?


Lalu setelah itu apa?kau banggakan kebenaran yg kau miliki dengan menjerembabkan yang tidak benar menurutmu?menginjaknya dgn bahasa benarmu?


Menuntun mereka dgn tali tambang melilit leher demi memuaskan kebenaran yg kau rasa paling benar!Serta mentasbihkan selainmu adalah Salah!


Berdirilah dengan merunduk.


Tuhan memberikan batas warna pada langit agar kau tahu bahwa segala yg ada dan fana akan meniada pada batas waktu yg kau punya.


Ya,kau makhluk berbatas,selalu memiliki 2 sisi yg seimbang tak berlebih.jikapun 1 sisi berlebih,maka kelebihannya itu mengisi sisi yg lain.


Berbuat bijaklah sebagaimana matahari yg tak pernah melebihkan ataupun mengurangi waktunya menyinari hari-mu..


Adapun aku berkata adalah untuk sama-sama mengingat langkah yg tengah ku lalu.Bersamamu,bersamanya,bersama mereka yg juga aku.


Maka,berdirilah merunduk. Semesta menyilaukan mata yg berbatas warna cahaya.

Rabu, 02 Februari 2022

Masturbasi



Ambigu.

Seperti saat cenanyang-cenayang merapal mantra.
Sedang kita tahu semua adalah palsu.

Saat nafsu berkelindan dengan rasa.

Masturbasi dalam hati.











Rabu, 19 Januari 2022

Pada Suatu Masa

Apa kerajaan kerajaan di Indonesia lebih banyak hanya menanamkan ilmu yang bersifat ruh (rasa,karsa,budaya) dan metafisika saja, 
Sehingga pembangunan fisik kerajaan bersifat sederhana? 
Ataukah karena bangsa ini pencinta konflik? 
Sehingga semua hancur oleh amarah dan bencana?




Jika benar meninggikan bangunan ruh, maka aku ingin kembali pada masa itu.
Menulis pada lontar atau kayu,
Memahat pada pohon atau batu.

Atau,
Aku akan menjadi perusuh.
Menjadikan raja-raja sebgai musuh.
Menghancurkan mahkota dan tahta hingga runtuh.
Budayaku hanya membunuh.

Tapi aku ada disini juga. Menuliskan kisah ini pada huruf-huruf tanpa tinta. Diatas halaman kaca. Tanpa suara. Dan negeriku masih dipimpin raja-raja.


Selasa, 18 Januari 2022

Nusantara

Kekacauan demi kekacauan menyeruak.
Menyembunyikan yang tak ingin tampak.

Bising.
Terdengar semakin nyaring.
Meraih kendali fokus konsentrasi.
Lalu terlupakan kembali.

Semua tak akan baik - baik saja.
Sebab langkah telah dibuat.
Semua tak akan kembali sama.
Sebab masa berlalu dengan begitu saja.

Setan kerasukan kuasa.
Iblis tersenyum saja.
Setan menginginkan tahtanya.
Iblis tertawa - tawa.

Nusantara jadi sekedar aksara.








Jumat, 06 Agustus 2021

Fajar Terlalu Singkat






Jingga mulai merekah di ujung timur.

Dan sedari barat aku mengagum.

Bangunkanlah diri yang masih tertidur,
Bangunkanlah mimpi yang masih membelum.

Fajar terlalu singkat terlewat.
Begitu juga masa dan saat.

Selamat datang hari.
Selamat pagi Pemilik Hati.

Sabtu, 17 Juli 2021

Omong Kosong



Kepalaku berat.
Dipenuhi omong kosong.

 

Langitku gelap.
Sebab terang telah kau sembunyikan didalam kantong.

 

Dan disanalah juga rinduku tersimpan.
Yang tak hendak kau kembalikan.

 

Membiarkannya kering seperti arang.
Seakan sedang membunuhnya dengan perlahan.

Sabtu, 10 Juli 2021

Negara QNTL





Negara QNTL.

Dimana penguasa melanggengkan kuasa.
Menyibukkan dirinya dengan pesta-pora.
Negeri yang dipimpin para bedebah.
Hidup dari menghisap keringat dan darah.

Mengaku paling nasionalis dan demokratis.
Menyebarkan propaganda Ketebelece AIUEO.

Merasa paling benar dan yang berbeda adalah najis.
Menyelesaikan masalah negeri dengan lambang dan logo.

Negara QNTL.

Dimana badan usahanya tak pernah untung.
Sisakan hutang yang semakin menggunung.
Dimana aturan dibuat untuk bikin bingung.
Fokus pada yang dicerna lambung

Negara QNTL.

Yang dipimpin para bedebah.
Yang didukung para pendengung.
Yang nuraninya tertutup sampah.
Yang otaknya dipenuhi belatung.

Negeri QNTL.

Kini terdesak di ujung kuku para pejabat-penjahat yang menabur racun dalam makanan untuk dibagikan kepada pemilihnya.










Rabu, 19 Mei 2021

Bunuh Diri Satu Negeri

Hegemoni kekuasaan.
Tekan menekan yang melawan.
Perah-peras hingga belulang.
Melupa waktu akan binasa kemudian.

Pancung.
Revolusi-reformasi-reproduksi.
Onani nalar berbelatung.
Melawan-menggugat-memberi nasihat.

Bunuh diri satu negeri.

Terkecuali Tanya



Lentera-lentera dinyalakan.
Sedang hari belumlah gelap.
Kerudung jingga telah menyala.
Bersiap menutup hari di sudut barat.
Sisa tetes hujan menanda.
Membaringkan panas, gerah dan lelah.


Semua berubah,
Semua berganti,
Semua bergulir,
Terkecuali tanya di hati.



Jumat, 26 Maret 2021

Berkawan Dadu

 



Telah lama langit tak lagi kupandang. Malam ini bertabur bintang. Meski awan berkumpul layaknya asap yang kuhisap. Membawa warna semarak putih dan pekat. Tak lagi kuhitung #purnama , Terlalu lama hingga melupa. Kawanku dadu.
Dan aku adalah sisi tanpa titik itu.

Kamis, 25 Februari 2021

Jaman Kiwari



Musibah.
Aya wae, aya deui.

Ceurik cape ceurik.
Seuri cape seuri.

Jujur dileyek,
Teu jujur komo deui.

Sapopoe lir ibarat ngalenyap.
Beunta kupanon poe, ngiceup geus aya sandekala.

Sagala garancang.
Digagancang.

Nu pait nu raheut mondok moe.

Si sabar melang.
Si ikhlas mulang.

Nini,
Aki,
Kumaha ngajalanan jaman kiwari?


Rabu, 17 Februari 2021

Martir

Pergerakan akan hadir didalam gelap dan dingin.

Mereka-mereka yang telah memaknakan hidup terasing.

Dibalik tembok-tembok teralis rapat berdinding.

Menjadi martir melawan kekuasaan yang lalim.



Rabu, 27 Januari 2021

WolfSynth

 #PotMode - WolfSynth


With the dead-skull of rome.
I'll sent you back home.
With the red sign of dawn,
I'll haunt you all alone.

Landlord landord.
remember my word.
Landlord landord.
get away from my world.







Senin, 18 Januari 2021

Penghujung Senja



Hujan di penghujung #senja,
Uap tanah yang mengudara.
Kebosanan semakin menjalar,
Tak hendak beranjak keluar.

Kering perlahan basah.
Begitupun dengan gerah.
Aku masih tetap berdiam,
Bersama gulita malam.

Dan aku masih tak memiliki tanya.
Karena jeda yang tanpa makna.





Minggu, 17 Januari 2021

Ab Waba





Penguasa yang meng-agung-kan kekuasaan.
Menakut-nakuti rakyat dengan kekuatan.
Merangkul dengan mencengkram.
Mencekik dan mengancam.


Negara ini terluka.
Rakyat menderita.
Alam bergejolak,
Langit menolak.


Kebijakanmu mengalirkan darah.
Memuncratkan nanah.


Menolak, kau borgol.
Diam, kau rogol.


Menumpuk hutang dan riba.
Melahirkan segala bala bencana.


Tak ada penolong,
Selain bersujud dan memohon.


Segeralah tunduk-merunduk.
Sebelum ragamu ambruk.


Semoga selalu terbuka untuk kami.
Semoga tak tertutup dan terkunci.




Sabtu, 09 Januari 2021

Teralis Tajam



Teralis-teralis dengan tunggul yang tajam.
Mengkilat di-basah hujan.
Tegak dan angkuh berdiam.
Halau keramahan.

Disiapkan untuk meluka.
Menahan apa yang ada di-muka.

Teralis-teralis tinggi menjulang.
Penanda lemah sang tuan.

Senin, 04 Januari 2021

Tak Ada Alasan

Menjadi bangkai itu pasti. 
Tak perduli seberapa tinggi singgasana. 

Sebutir padi saja kau siakan, 
Runtuh istana yang kelak kau dirikan. 

Tak ada alasan.