BramaDipo: syair

Pages

Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Januari 2022

Nusantara

Kekacauan demi kekacauan menyeruak.
Menyembunyikan yang tak ingin tampak.

Bising.
Terdengar semakin nyaring.
Meraih kendali fokus konsentrasi.
Lalu terlupakan kembali.

Semua tak akan baik - baik saja.
Sebab langkah telah dibuat.
Semua tak akan kembali sama.
Sebab masa berlalu dengan begitu saja.

Setan kerasukan kuasa.
Iblis tersenyum saja.
Setan menginginkan tahtanya.
Iblis tertawa - tawa.

Nusantara jadi sekedar aksara.








Jumat, 06 Agustus 2021

Fajar Terlalu Singkat






Jingga mulai merekah di ujung timur.

Dan sedari barat aku mengagum.

Bangunkanlah diri yang masih tertidur,
Bangunkanlah mimpi yang masih membelum.

Fajar terlalu singkat terlewat.
Begitu juga masa dan saat.

Selamat datang hari.
Selamat pagi Pemilik Hati.

Sabtu, 17 Juli 2021

Omong Kosong



Kepalaku berat.
Dipenuhi omong kosong.

 

Langitku gelap.
Sebab terang telah kau sembunyikan didalam kantong.

 

Dan disanalah juga rinduku tersimpan.
Yang tak hendak kau kembalikan.

 

Membiarkannya kering seperti arang.
Seakan sedang membunuhnya dengan perlahan.

Sabtu, 10 Juli 2021

Negara QNTL





Negara QNTL.

Dimana penguasa melanggengkan kuasa.
Menyibukkan dirinya dengan pesta-pora.
Negeri yang dipimpin para bedebah.
Hidup dari menghisap keringat dan darah.

Mengaku paling nasionalis dan demokratis.
Menyebarkan propaganda Ketebelece AIUEO.

Merasa paling benar dan yang berbeda adalah najis.
Menyelesaikan masalah negeri dengan lambang dan logo.

Negara QNTL.

Dimana badan usahanya tak pernah untung.
Sisakan hutang yang semakin menggunung.
Dimana aturan dibuat untuk bikin bingung.
Fokus pada yang dicerna lambung

Negara QNTL.

Yang dipimpin para bedebah.
Yang didukung para pendengung.
Yang nuraninya tertutup sampah.
Yang otaknya dipenuhi belatung.

Negeri QNTL.

Kini terdesak di ujung kuku para pejabat-penjahat yang menabur racun dalam makanan untuk dibagikan kepada pemilihnya.










Rabu, 19 Mei 2021

Bunuh Diri Satu Negeri

Hegemoni kekuasaan.
Tekan menekan yang melawan.
Perah-peras hingga belulang.
Melupa waktu akan binasa kemudian.

Pancung.
Revolusi-reformasi-reproduksi.
Onani nalar berbelatung.
Melawan-menggugat-memberi nasihat.

Bunuh diri satu negeri.

Jumat, 26 Maret 2021

Berkawan Dadu

 



Telah lama langit tak lagi kupandang. Malam ini bertabur bintang. Meski awan berkumpul layaknya asap yang kuhisap. Membawa warna semarak putih dan pekat. Tak lagi kuhitung #purnama , Terlalu lama hingga melupa. Kawanku dadu.
Dan aku adalah sisi tanpa titik itu.

Kamis, 25 Februari 2021

Jaman Kiwari



Musibah.
Aya wae, aya deui.

Ceurik cape ceurik.
Seuri cape seuri.

Jujur dileyek,
Teu jujur komo deui.

Sapopoe lir ibarat ngalenyap.
Beunta kupanon poe, ngiceup geus aya sandekala.

Sagala garancang.
Digagancang.

Nu pait nu raheut mondok moe.

Si sabar melang.
Si ikhlas mulang.

Nini,
Aki,
Kumaha ngajalanan jaman kiwari?


Rabu, 27 Januari 2021

WolfSynth

 #PotMode - WolfSynth


With the dead-skull of rome.
I'll sent you back home.
With the red sign of dawn,
I'll haunt you all alone.

Landlord landord.
remember my word.
Landlord landord.
get away from my world.







Senin, 18 Januari 2021

Penghujung Senja



Hujan di penghujung #senja,
Uap tanah yang mengudara.
Kebosanan semakin menjalar,
Tak hendak beranjak keluar.

Kering perlahan basah.
Begitupun dengan gerah.
Aku masih tetap berdiam,
Bersama gulita malam.

Dan aku masih tak memiliki tanya.
Karena jeda yang tanpa makna.





Minggu, 17 Januari 2021

Ab Waba





Penguasa yang meng-agung-kan kekuasaan.
Menakut-nakuti rakyat dengan kekuatan.
Merangkul dengan mencengkram.
Mencekik dan mengancam.


Negara ini terluka.
Rakyat menderita.
Alam bergejolak,
Langit menolak.


Kebijakanmu mengalirkan darah.
Memuncratkan nanah.


Menolak, kau borgol.
Diam, kau rogol.


Menumpuk hutang dan riba.
Melahirkan segala bala bencana.


Tak ada penolong,
Selain bersujud dan memohon.


Segeralah tunduk-merunduk.
Sebelum ragamu ambruk.


Semoga selalu terbuka untuk kami.
Semoga tak tertutup dan terkunci.




Sabtu, 09 Januari 2021

Teralis Tajam



Teralis-teralis dengan tunggul yang tajam.
Mengkilat di-basah hujan.
Tegak dan angkuh berdiam.
Halau keramahan.

Disiapkan untuk meluka.
Menahan apa yang ada di-muka.

Teralis-teralis tinggi menjulang.
Penanda lemah sang tuan.

Senin, 04 Januari 2021

Tak Ada Alasan

Menjadi bangkai itu pasti. 
Tak perduli seberapa tinggi singgasana. 

Sebutir padi saja kau siakan, 
Runtuh istana yang kelak kau dirikan. 

Tak ada alasan.






Sabtu, 05 Desember 2020

Masa Menanam Air



Musim begitu dingin.
Panas matahari tersapukan angin.
Menyisakan hangat saja.
Membekukan dinding, besi dan baja.

Inilah masa menanam air.
Menyimpannya pada akar dan tanah.
Menuai saat sungai tak lagi mengalir.
Mengembalikannya pada ladang, kebun dan sawah.

Pangan,
Terlupakan.

Badai cerabut segala yang tertanam.
Banjir luluh lantakkan yang tersimpan.

Badai yang kau buat.
Banjir yang kau rawat.

Bencana, tiada.
Semua hanya rekayasa.


Kamis, 04 Juni 2020

Menelan Asap Lagi



Tak hendak terpejam.
Sedang masa telah meninggalkan kelopak malam.


Ruang di-kepalaku berisi suara kipas angin dan asap tembakau serta kopi basi sisa malam tadi.
Dan sudah lama aku tak bermimpi.


Kembali menelan asap lagi.


Rabu, 03 Juni 2020




Gemuruh landai rasa bersalah.

Kujejas dalam pekat #kopi di pagi yang masih basah.

Semoga segala gundah,

Hilang di hari cerah.

Selasa, 19 Mei 2020

Tuan Benalu



Sepertinya aku mengenalmu, Tuan.
Yang bermulut manis di depan.
Lalu menikam diam-diam.


Sepertinya aku mengetahuimu, Musang.
Yang bersembunyi di dalam selimut keakraban.
Lalu mengepit dari belakang.


Terima kasih atas kubur yang kau urug.
Agar timur tak lagi terang,
Agar #purnama menghilang
Dan pisahkan barat sedari pandang.


Sepertinya aku mengenal dan mengetahuimu, wahai benalu.


Senin, 18 Mei 2020

Tak Hendak Padam

Rindu ini mendendam.
Dada ini semakin sesak.
Tak lagi dapat berdiam.
Harus kuungkap meski hanya berupa kalimat dan sajak.

Bidari, aku merindu.

Dan dalam diam, bara ini tak hendak padam.

Sabtu, 16 Mei 2020

#Prosesi




Seperti juga matahari,
Ia berakhir pada senja.
Begitu pula segala yang ada,
Menunggu saat tiba masa.

Menengadah.
Duduk simpuh.
Bersujud.
Berdiri.





Jumat, 15 Mei 2020

Restart NKRI




Pemerintahnya lepas tangan.
Pejabatnya cuci tangan.

Kapan rakyatnya ngepalin tangan?

Upaya restart paksa terkadang perlu dilakukan.
Saat perangkat mengalami crash, hang 
atau gagal mengolah data yang menyebabkan kekacauan 
dalam mengeksekusi informasi dan perintah.

Atau tunggu saja perangkat MATI TOTAL!!

Lalu dilelang kepada penawar tertinggi yang pesertanya itu-itu juga.

Sudah terlalu banyak sampah-sampah 
cache, data temporer & bangkai data yang menumpuk di pemerintahan.
Perangkat hanya digunakan oleh beberapa aplikasi 
yang malwarenya melebihi kapasitas penyimpanan itu sendiri.

Masihkah ada recovery image?
Mudah-mudahan ditemukan.

RESTART NKRI.



Baks Lags Brad.....


Senin, 11 Mei 2020

Manusia Malang




Manusia manusia malang.
Menukarkan Tuhan dengan keber-ada-an.
Sedang, ia tahu ia menipu.
Ia sadar ia meragu.