BramaDipo: 2022

Pages

Jumat, 13 Mei 2022

Niat Baik

 Niat baik itu dimulai dengan sikap yg baik meski pd org yg tdk baik.Niat baik jika dikotori dgn sikap/ucapan tak baik bukanlah kebaikan.


Ketakutan yg kau miliki,semakin membesar oleh sikap dan laku yg kau lampah|Dan saat kau melihat ketidak baikan lalu kau paksakan kebaikanmu?


Lalu setelah itu apa?kau banggakan kebenaran yg kau miliki dengan menjerembabkan yang tidak benar menurutmu?menginjaknya dgn bahasa benarmu?


Menuntun mereka dgn tali tambang melilit leher demi memuaskan kebenaran yg kau rasa paling benar!Serta mentasbihkan selainmu adalah Salah!


Berdirilah dengan merunduk.


Tuhan memberikan batas warna pada langit agar kau tahu bahwa segala yg ada dan fana akan meniada pada batas waktu yg kau punya.


Ya,kau makhluk berbatas,selalu memiliki 2 sisi yg seimbang tak berlebih.jikapun 1 sisi berlebih,maka kelebihannya itu mengisi sisi yg lain.


Berbuat bijaklah sebagaimana matahari yg tak pernah melebihkan ataupun mengurangi waktunya menyinari hari-mu..


Adapun aku berkata adalah untuk sama-sama mengingat langkah yg tengah ku lalu.Bersamamu,bersamanya,bersama mereka yg juga aku.


Maka,berdirilah merunduk. Semesta menyilaukan mata yg berbatas warna cahaya.

Rabu, 02 Februari 2022

Masturbasi



Ambigu.

Seperti saat cenanyang-cenayang merapal mantra.
Sedang kita tahu semua adalah palsu.

Saat nafsu berkelindan dengan rasa.

Masturbasi dalam hati.











Rabu, 19 Januari 2022

Pada Suatu Masa

Apa kerajaan kerajaan di Indonesia lebih banyak hanya menanamkan ilmu yang bersifat ruh (rasa,karsa,budaya) dan metafisika saja, 
Sehingga pembangunan fisik kerajaan bersifat sederhana? 
Ataukah karena bangsa ini pencinta konflik? 
Sehingga semua hancur oleh amarah dan bencana?




Jika benar meninggikan bangunan ruh, maka aku ingin kembali pada masa itu.
Menulis pada lontar atau kayu,
Memahat pada pohon atau batu.

Atau,
Aku akan menjadi perusuh.
Menjadikan raja-raja sebgai musuh.
Menghancurkan mahkota dan tahta hingga runtuh.
Budayaku hanya membunuh.

Tapi aku ada disini juga. Menuliskan kisah ini pada huruf-huruf tanpa tinta. Diatas halaman kaca. Tanpa suara. Dan negeriku masih dipimpin raja-raja.


Selasa, 18 Januari 2022

Nusantara

Kekacauan demi kekacauan menyeruak.
Menyembunyikan yang tak ingin tampak.

Bising.
Terdengar semakin nyaring.
Meraih kendali fokus konsentrasi.
Lalu terlupakan kembali.

Semua tak akan baik - baik saja.
Sebab langkah telah dibuat.
Semua tak akan kembali sama.
Sebab masa berlalu dengan begitu saja.

Setan kerasukan kuasa.
Iblis tersenyum saja.
Setan menginginkan tahtanya.
Iblis tertawa - tawa.

Nusantara jadi sekedar aksara.