Sabtu, 03 Mei 2014

Ber-ada Di Sekeliling-Mu



Memanggil bala tentara angin.
Memerintahkannya menggerakkan awan agar sembunyikan daratan dari terik siang yang menyilaukan.



Ragu meragu melangkah.
Kanan atau kiri tak mungkin bersamaan.



Hanya jemari yang bergerak,
Tari menari diatas bidang datar.



Matahari menggenggam parang panjang,
tajam dan mengkilap.
Bahkan tameng kulitku tak mampu berbuat banyak.
Memerah coklat lalu hitam melegam.



Ohh, ini siang terlalu berpeluh.
Atau karena aku yang melulu selalu mengeluh.
Bermanja dengan teduh yang meluruh.
Lupa akan harga yang mesti ku bayar penuh.



Ingatlah manusia.
Hidupmu bukan mengenai putih saja.
Tidak selalu mengenai Bahagia.
Dan bukan hanya tentang kamu semata.



Kamu hidup beserta sekelilingmu.
Kamu ada bersama bayangmu.
Nikmatilah duka dan cita-mu.
Peluklah rindu dan dendam-mu.
maka akan kau temui kebijakan di situ.










11

Menegur Sepi

Menemukan cahaya di tengah gelap,
menemukan asa ditengah harap.

Kembali pada nyanyian di hati,
tempat diri bertegur sepi.

Berkacalah pada senyuman,
tatap dan maknakan.










11