Minggu, 17 November 2013

Waktu Untuk Membisu

Pukul Lima sore hari.
Matahari segera beranjak pergi.
Hawa menjadi lebih dingin.
Setelah hujan disertai angin.

Kupu-kupu mengitari pohon mangga,
Kuning dan hitam corak warnanya.
Hinggap diranting beberapa saat.
kembali terbang hilang dalam senyap.

Jingga tak datang di ufuk barat.
Tertutup awan hitam gelap dan pekat.



Leherku kaku,
Se-kaku kaleng kerupuk.
Otak-ku buntu,
Se-buntu usus buntu.
Kata-kata berantakan tak memiliki isi.
Huruf-huruf berhamburan tak memiliki arti.
Kalimat tak tersusun rapi
Dan suara tak memiliki bunyi.

Ini waktuku.
Untuk membisu.
Ini saatnya,
Untuk menghampa.
Lalu..
Berhenti menulis,
Berhenti berpikir,
Berhenti me-rasa,
Berhenti memakna.
Sebab #Senja sedang berkuasa.
Maka, nikmati-lah saja.


#Terserah 

17 November 2013










11

Jumat, 15 November 2013

#Senja Masih Panjang

Butir keringat belum mengering,

Panas mentari masih mengiring.
#Senja meperlambat irama,
panjangkan nada-nada langkahnya.

Petikan gitar semakin jelas terdengar,
Diiringi syair-syair melayu yang penuh kebimbangan.

Aku tak hendak terlarut,
Aku tak ingin merengut.


Kunyalakan kotak berwarna dengan satu sentuhan.
Gambar-gambar manusia datar berseliweran.
Ada yang tertawa dan ada pula yang tersedak tangisan.
Seperti layaknya sandiwara membosankan.
Kupindahkan dengan sentuhan lagi.
Beberapa orang nampak sedang berdiskusi.
Memperkarakan peristiwa-peristiwa tanpa alur,
Seperti penonton pada pertandingan catur.
Lebih pintar dari yang bermain.
Lebih lihai daripada sang pemain.

Kumatikan si kotak berwarna.
Sekali menekan tombol merah saja.
Kualihkan pandangan ke halaman belakang.
Berbicara dengan pikiran dan khayalan.

Petikan gitar semakin nyaring terdengar.
Syair-syair semakin menyakitkan.
Seakan memintaku untuk membawakan tali,
Agar ia menjerat lehernya sendiri dan membiarkannya bunuh diri.

Makhluk astral pun akan kabur,
mendengar lagu-lagu pengiring kubur.

Kureguk kopi hitam dari cangkir putih.
Kuhirup asap dan kuhembuskan lagi.

#Senja masih panjang.
.

14 November 2013












11

Selamat Datang Pelita Malam

Menyapa #Senja.

Mempersilahkannya menemaniku mengakhiri hari.
Menyertaiku mengagungkan Pemilik Semesta.
Mengantarkanku pada tanya di diri.


Matahari sudah berbisik pada bulan.
Agar bersiap mengawal malam.
Burung-burung masih berterbangan,
Membentuk formasi beraturan.
Menuju gelap di barat.
Menjauh dari terang di timur raya.

Kopi hampir habis di cangkir.
Kunikmati hingga tegukkan terakhir.

Kubingkai senyuman.
Akan kupersembahkan pada rembulan.
Dan sepenggal kalimat telah kupersiapkan.
Selamat datang wahai pelita malam.


13 November 2013
( source gambar lupa )











11

Jeda Tanpa Koma


Memaksa jari menuliskan kalimat.
Huruf-huruf bersembunyi,
Kata-kata hilang makna.

Ada jeda tanpa koma.

Gambar-gambar tak berwarna.
Rapalan Bisu dengan gerakan kaku.

Lalat bersuka ria,
Bau busuk mempesonanya.

Bernafas atau berkedip saja lah.
Yakinkan bahwa kau masih hidup.
Beri kabar pada lalat,
Kau masih dapat bergerak.

Gelegar halilintar memecahkan langit.
#Hujan turun tanpa aba-aba.

Menderas, banjirilah.
Kering kerontang hari hilang sudah.
Ganti terang dengan gulita.
#Senja begitu panjang kurasa.

Dan aku penuh merindu pada malam.


12 November 2013










11

Hari Ke Sebelas Di Bulan Sebelas


Kopi #senja ini kubuat lebih pekat.
sebab lembayung telah begitu jelas terlihat.
Hari ini adalah hari ke sebelas di bulan sebelas.
Perpaduan angka yang sama namun berbeda makna.

Begitu juga dengan #Senja,
Selalu berbeda, walau langit dan warna selalu seperti sama.
Seperti juga air di sungai,
Selalu mengalirkan air.
Namun bukanlah air yang sama dengan air yang tempo hari kita mandi disana.

Semua yang berdiri di fana pasti berubah,
Semua yang di cipta pasti memiliki beda.
Seperti juga mata,
Berbeda kanan dan kirinya.
Begitu juga lengan, tentu ada beda disana.

Ingatlah kawan,
Tak ada yang benar-benar sama di muka bumi.
Jadi marilah kita bersama-sama dengan perbedaan itu.
Gapailah tangan kanaku dengan tangan kirimu,
Berikan tangan kananmu pada tangan kanannya.
Begitulah seterusnya,
Dan ingatlah kawan,
Semua adalah sama ketika bersujud.
Semua adalah sama ketika menangis.
Semua adalah sama akan bertemu dengan mati.

11 November 2013










11

Menunggu Esok Senja

Merayakan #Senja setelah hujan.

Hijau-pun nampak lebih menentramkan.
Awan yang tadi bergerombol kini berhamburan.
mempersilahkan biru langit kembali mencerahkan.
-
Lalu wajahmu muncul dari dalam cangkir kopi.
kuaduk bersama pekat dengan sedikit tambahan gula lagi.
"Agar lebih manis"
-
Sudah kali ke berapa ku menanti #Senja.
Namun kau belum menampakkan raga.
Wahai dewi,
Sudah beribu kata dalam tinta dan tulisan.
Sudah berbait lagu kunyanyikan.
Aku masih terkubur dalam kerinduan.
Singgahlah kembali dewi,
Tepat di hati ini.
-
Kopi kuaduk lagi tak beraturan.
Wajahmu kini muncul dengan kesedihan.
"aku tak bisa kembali",
"ragaku dicipta untukmu di swarga nanti".
-
Kopi habis kureguk bersama kepahitan.
"Esok #Senja kutunggu ia dengan jawabannya kemudian."
-

06 November 2013










11

Anak-Anak Dan #Senja Tanpa Kopi.

-
Senja telah datang,
Anak-anak berlarian di jalanan.
Menendang bola,
berkejaran,
berebutan makanan,
tertawa lepas tak ada beban.
-
Aku iri,
duduk memandang dalam senyuman.
Sesaat menghayalkan waktu-waktu lalu kembali datang.
Saat dimana lelah tak pernah kurasakan.
-
#Senja ini tanpa kopi,
hanya anak-anak, keceriaan dan asap.
-
Kulihat mentari tertutup awan,
meninggalkan warna jingga kemerahan.
sementara burung-burung masih berterbangan,
menikmati #Senja yang penuh kehangatan.
-
Ya, #Senja ini hangat
dan #Senja ini memikat,
-
Awan-awan semakin menebal,
Jingga semakin melekat.
Biru berangsur mundur,
mempersilahkan barat segera merapat.
-
Selamat tinggal #Senja ,
Sampai jumpa di kehangatan selanjutnya.

01 November 2013










11

Bentala Senja

Senja pasti datang, bersama matahari yang akan terbenam.
Senja pasti datang, setelah gerimis tadi siang.
Senja pasti datang, ketika langit kemerahan.
Senja pasti datang, karena sudah aku rindukan.

Angin menepi,
Kicauan burung mendadak sunyi.
Ada kekosongan disini.
Tepat dalam tanya di hati.

Seperti menggoncang bejana hampa,
Sepi, sesepi pagi tak ber-mentari.
Bentala rasa tak menjawab,
Hanya menampar jiwa jatuh terjerembab.


Ooo Senja,
Berikan hangat pada tubuh yang kubawa,
Beri jejak pada jiwa yang meng-asa.
Agar kaki dapat kulangkah dalam gulita.

Awan kembali berarak,
Menutup hari di ujung barat.
Senja telah datang,
Bersama senyumannya yang menawan.

Terimakasih Semesta, 

Masih dapat kujumpa Senja. 



31 Oktober 2013
( gambar lupa source nya )










11

Warna Senja

Aku lahir pagi hari, tepat pukul 07 : 15 WIB. Namun aku selalu terpesona oleh sebuah siklus alami hari di bumi yang bernama #Senja. Entah apa yang menjadi alasanku untuk menyukai, hanya saja, saat #Senja adalah saat dimana aku terbius dan selalu ingin mempertanyakan segala sesuatu kedalam hati, menegur dan menikmati diri lalu menyerahkannya kembali.

Senja

Link Image : suryasenjamu.blogspot.com

Seperti biasa, menikmati #Senja bersama secangkir kopi hitam , kepulan asap dan genggaman harap-harap. Tertuang kedalam kata, cerita dan makna-makna. Apa yang sudah aku lakukan hari ini bersanding dengan matahari ? Apa yang telah kudapat hari ini bersamanya? kalimat tanya itu selalu terputar dan ter-rekam otomatis begitu aku bertemu kopi , asap dan #Senja.

Ya, #Senja ini sangat cerah sehingga barat memerah,kumpulan awan yang sedari siang bertebaran kini berkumpul seakan berbisik-bisik merencanakan sesuatu. mereka tengah berkomplot menghadapi malam. Saat musim penghujan, #Senja terkadang muram, menampilkan lukisan-lukisan kelam. Namun seringkali setelah hujan #Senja berpesta pora mencerahkan langit dengan pelangi dan warna-warna yang tidak biasa. mengakhiri hari dengan penuh pesonanya. #Senja, adakah esok bertemu kembali denganmu, dengan warna dan ceritamu ? #Senja , aku akan merindu.

30 Oktober 2013










11