Jumat, 06 Desember 2013

Mempertanyakan Hujan


Adakah Hujan Melukai?
Lalu mengapa kau memaki.
Adakah Hujan menyakiti?
Lalu mengapa kau membenci.

Air ini adalah selamanya air.
Yang pasti memiliki akhir.
Hujan ini selamanya Hujan.
Ada perhentian kemudian.

Nikmatilah.
Ia adalah berkah.










11


Minggu, 17 November 2013

Waktu Untuk Membisu

Pukul Lima sore hari.
Matahari segera beranjak pergi.
Hawa menjadi lebih dingin.
Setelah hujan disertai angin.

Kupu-kupu mengitari pohon mangga,
Kuning dan hitam corak warnanya.
Hinggap diranting beberapa saat.
kembali terbang hilang dalam senyap.

Jingga tak datang di ufuk barat.
Tertutup awan hitam gelap dan pekat.



Leherku kaku,
Se-kaku kaleng kerupuk.
Otak-ku buntu,
Se-buntu usus buntu.
Kata-kata berantakan tak memiliki isi.
Huruf-huruf berhamburan tak memiliki arti.
Kalimat tak tersusun rapi
Dan suara tak memiliki bunyi.

Ini waktuku.
Untuk membisu.
Ini saatnya,
Untuk menghampa.
Lalu..
Berhenti menulis,
Berhenti berpikir,
Berhenti me-rasa,
Berhenti memakna.
Sebab #Senja sedang berkuasa.
Maka, nikmati-lah saja.


#Terserah 

17 November 2013










11

Jumat, 15 November 2013

#Senja Masih Panjang

Butir keringat belum mengering,

Panas mentari masih mengiring.
#Senja meperlambat irama,
panjangkan nada-nada langkahnya.

Petikan gitar semakin jelas terdengar,
Diiringi syair-syair melayu yang penuh kebimbangan.

Aku tak hendak terlarut,
Aku tak ingin merengut.


Kunyalakan kotak berwarna dengan satu sentuhan.
Gambar-gambar manusia datar berseliweran.
Ada yang tertawa dan ada pula yang tersedak tangisan.
Seperti layaknya sandiwara membosankan.
Kupindahkan dengan sentuhan lagi.
Beberapa orang nampak sedang berdiskusi.
Memperkarakan peristiwa-peristiwa tanpa alur,
Seperti penonton pada pertandingan catur.
Lebih pintar dari yang bermain.
Lebih lihai daripada sang pemain.

Kumatikan si kotak berwarna.
Sekali menekan tombol merah saja.
Kualihkan pandangan ke halaman belakang.
Berbicara dengan pikiran dan khayalan.

Petikan gitar semakin nyaring terdengar.
Syair-syair semakin menyakitkan.
Seakan memintaku untuk membawakan tali,
Agar ia menjerat lehernya sendiri dan membiarkannya bunuh diri.

Makhluk astral pun akan kabur,
mendengar lagu-lagu pengiring kubur.

Kureguk kopi hitam dari cangkir putih.
Kuhirup asap dan kuhembuskan lagi.

#Senja masih panjang.
.

14 November 2013












11

Selamat Datang Pelita Malam

Menyapa #Senja.

Mempersilahkannya menemaniku mengakhiri hari.
Menyertaiku mengagungkan Pemilik Semesta.
Mengantarkanku pada tanya di diri.


Matahari sudah berbisik pada bulan.
Agar bersiap mengawal malam.
Burung-burung masih berterbangan,
Membentuk formasi beraturan.
Menuju gelap di barat.
Menjauh dari terang di timur raya.

Kopi hampir habis di cangkir.
Kunikmati hingga tegukkan terakhir.

Kubingkai senyuman.
Akan kupersembahkan pada rembulan.
Dan sepenggal kalimat telah kupersiapkan.
Selamat datang wahai pelita malam.


13 November 2013
( source gambar lupa )











11

Jeda Tanpa Koma


Memaksa jari menuliskan kalimat.
Huruf-huruf bersembunyi,
Kata-kata hilang makna.

Ada jeda tanpa koma.

Gambar-gambar tak berwarna.
Rapalan Bisu dengan gerakan kaku.

Lalat bersuka ria,
Bau busuk mempesonanya.

Bernafas atau berkedip saja lah.
Yakinkan bahwa kau masih hidup.
Beri kabar pada lalat,
Kau masih dapat bergerak.

Gelegar halilintar memecahkan langit.
#Hujan turun tanpa aba-aba.

Menderas, banjirilah.
Kering kerontang hari hilang sudah.
Ganti terang dengan gulita.
#Senja begitu panjang kurasa.

Dan aku penuh merindu pada malam.


12 November 2013










11

Hari Ke Sebelas Di Bulan Sebelas


Kopi #senja ini kubuat lebih pekat.
sebab lembayung telah begitu jelas terlihat.
Hari ini adalah hari ke sebelas di bulan sebelas.
Perpaduan angka yang sama namun berbeda makna.

Begitu juga dengan #Senja,
Selalu berbeda, walau langit dan warna selalu seperti sama.
Seperti juga air di sungai,
Selalu mengalirkan air.
Namun bukanlah air yang sama dengan air yang tempo hari kita mandi disana.

Semua yang berdiri di fana pasti berubah,
Semua yang di cipta pasti memiliki beda.
Seperti juga mata,
Berbeda kanan dan kirinya.
Begitu juga lengan, tentu ada beda disana.

Ingatlah kawan,
Tak ada yang benar-benar sama di muka bumi.
Jadi marilah kita bersama-sama dengan perbedaan itu.
Gapailah tangan kanaku dengan tangan kirimu,
Berikan tangan kananmu pada tangan kanannya.
Begitulah seterusnya,
Dan ingatlah kawan,
Semua adalah sama ketika bersujud.
Semua adalah sama ketika menangis.
Semua adalah sama akan bertemu dengan mati.

11 November 2013










11

Menunggu Esok Senja

Merayakan #Senja setelah hujan.

Hijau-pun nampak lebih menentramkan.
Awan yang tadi bergerombol kini berhamburan.
mempersilahkan biru langit kembali mencerahkan.
-
Lalu wajahmu muncul dari dalam cangkir kopi.
kuaduk bersama pekat dengan sedikit tambahan gula lagi.
"Agar lebih manis"
-
Sudah kali ke berapa ku menanti #Senja.
Namun kau belum menampakkan raga.
Wahai dewi,
Sudah beribu kata dalam tinta dan tulisan.
Sudah berbait lagu kunyanyikan.
Aku masih terkubur dalam kerinduan.
Singgahlah kembali dewi,
Tepat di hati ini.
-
Kopi kuaduk lagi tak beraturan.
Wajahmu kini muncul dengan kesedihan.
"aku tak bisa kembali",
"ragaku dicipta untukmu di swarga nanti".
-
Kopi habis kureguk bersama kepahitan.
"Esok #Senja kutunggu ia dengan jawabannya kemudian."
-

06 November 2013










11

Anak-Anak Dan #Senja Tanpa Kopi.

-
Senja telah datang,
Anak-anak berlarian di jalanan.
Menendang bola,
berkejaran,
berebutan makanan,
tertawa lepas tak ada beban.
-
Aku iri,
duduk memandang dalam senyuman.
Sesaat menghayalkan waktu-waktu lalu kembali datang.
Saat dimana lelah tak pernah kurasakan.
-
#Senja ini tanpa kopi,
hanya anak-anak, keceriaan dan asap.
-
Kulihat mentari tertutup awan,
meninggalkan warna jingga kemerahan.
sementara burung-burung masih berterbangan,
menikmati #Senja yang penuh kehangatan.
-
Ya, #Senja ini hangat
dan #Senja ini memikat,
-
Awan-awan semakin menebal,
Jingga semakin melekat.
Biru berangsur mundur,
mempersilahkan barat segera merapat.
-
Selamat tinggal #Senja ,
Sampai jumpa di kehangatan selanjutnya.

01 November 2013










11

Bentala Senja

Senja pasti datang, bersama matahari yang akan terbenam.
Senja pasti datang, setelah gerimis tadi siang.
Senja pasti datang, ketika langit kemerahan.
Senja pasti datang, karena sudah aku rindukan.

Angin menepi,
Kicauan burung mendadak sunyi.
Ada kekosongan disini.
Tepat dalam tanya di hati.

Seperti menggoncang bejana hampa,
Sepi, sesepi pagi tak ber-mentari.
Bentala rasa tak menjawab,
Hanya menampar jiwa jatuh terjerembab.


Ooo Senja,
Berikan hangat pada tubuh yang kubawa,
Beri jejak pada jiwa yang meng-asa.
Agar kaki dapat kulangkah dalam gulita.

Awan kembali berarak,
Menutup hari di ujung barat.
Senja telah datang,
Bersama senyumannya yang menawan.

Terimakasih Semesta, 

Masih dapat kujumpa Senja. 



31 Oktober 2013
( gambar lupa source nya )










11

Warna Senja

Aku lahir pagi hari, tepat pukul 07 : 15 WIB. Namun aku selalu terpesona oleh sebuah siklus alami hari di bumi yang bernama #Senja. Entah apa yang menjadi alasanku untuk menyukai, hanya saja, saat #Senja adalah saat dimana aku terbius dan selalu ingin mempertanyakan segala sesuatu kedalam hati, menegur dan menikmati diri lalu menyerahkannya kembali.

Senja

Link Image : suryasenjamu.blogspot.com

Seperti biasa, menikmati #Senja bersama secangkir kopi hitam , kepulan asap dan genggaman harap-harap. Tertuang kedalam kata, cerita dan makna-makna. Apa yang sudah aku lakukan hari ini bersanding dengan matahari ? Apa yang telah kudapat hari ini bersamanya? kalimat tanya itu selalu terputar dan ter-rekam otomatis begitu aku bertemu kopi , asap dan #Senja.

Ya, #Senja ini sangat cerah sehingga barat memerah,kumpulan awan yang sedari siang bertebaran kini berkumpul seakan berbisik-bisik merencanakan sesuatu. mereka tengah berkomplot menghadapi malam. Saat musim penghujan, #Senja terkadang muram, menampilkan lukisan-lukisan kelam. Namun seringkali setelah hujan #Senja berpesta pora mencerahkan langit dengan pelangi dan warna-warna yang tidak biasa. mengakhiri hari dengan penuh pesonanya. #Senja, adakah esok bertemu kembali denganmu, dengan warna dan ceritamu ? #Senja , aku akan merindu.

30 Oktober 2013










11

Rabu, 30 Oktober 2013

Senja Yang Kurindukan

Senja pasti datang,

Bersama matahari yang akan terbenam.

Senja pasti datang,

Setelah gerimis tadi siang.

Senja pasti datang,

Mewarna langit kemerahan.

Senja pasti datang,

Senja yang aku rindukan.



Angin menepi,

Kicauan burung mendadak sunyi.

Ada kekosongan disini.

Tepat dalam tanya di hati.



Seperti menggoncang kendi hampa,

Sepi, se-sepi pagi tak ber-mentari.

Bentala rasa tak menjawab,

Menampar jiwa jatuh terjerembab.



Ooo Senja,

Berikan hangat pada tubuh yang kubawa,

Beri jejak pada ingatan yang melupa.

Agar kaki dapat kulangkah dalam gulita.



Awan kembali berarak,

Menutup hari di ujung barat.

Senja telah datang,

Bersama senyumannya yang paling menawan.



Terimakasih Semesta,

Senja masih dapat kujumpa.











11

Sabtu, 12 Oktober 2013

Era Bajingan



+
Terlalu banyak darah yang mengalir dalam selimut konspirasi korupsi.
Terlalu banyak perut yang mencerna ususnya sendiri karena rakus ulah kuasa.
Bedebah itu melenggang saja.
Berdiam di istana boneka.
Tak ada penjara tak ada jera.
Malah semakin banyak yang menguras habis sisa harga-harga.

Tak cukupkah materi yang kau miliki?,
Tak cukupkah dunia ini memberi?.
Ataukah kau bersekutu dengan iblis,
Menumbalkan sesamamu terbunuh habis?

-
Ini era-nya bajingan kawan,
Bila kau tak menjadi bajingan maka kau ketinggalan.
Lupakan paham mu mengenai kebaikan.
Iblis dan setan adalah tuhan.

Tidurlah, buat mimpi yang indah.
Biarkan kami mengumpulkan anak adam di alam barzah.
Bila kau ikut serta?
Kami menunggumu dengan tangan terbuka.

+
Iblis bermuka manis.
Ajakanmu kotoran bagiku.
Tawaranmu mengundang bau.
Aku tak sudi masuk neraka bersamamu.
Jikapun neraka tempatku, bukanlah karenamu.


Iblis tertawa hingga bumi hancur binasa.











11

Senin, 23 September 2013

Saat Bertelanjang





Petang datang,

Saatnya bertelanjang.

Menyaksikan senja,

Yang tengah memainkan warna.


Bulir keringat masih menetes.
Kusapu dengan segelas es.

Hari yang melelahkan.
Adalah hari yang menyenangkan.
Nikmati dengan senyuman.
Hempaskan lelah dengan hembusan.


Matahari sudah tergelincir di barat.
Sembunyikan cahaya dibalik awan pekat.


Semesta, Semesta.
Ucap terimakasih hamba.
Telah mempertemukan kembali dengan senja.
Telah membiarkanku bernafas lega.
Semesta,Semesta.
Aku menghamba.











11

Selasa, 17 September 2013

Bandungku Mp3


Sebuah lagu kolaborasi Band kami dengan Mang Uti ( Gitaris La'Luna ).


Bercerita tentang kerinduan akan Kota Bandung Tempo doeloe yang sejuk,
teduh, dan tenang.
Dimana suasana pagi masih diselimuti kabut dan rimbun pepohonan-
yang begitu meneduhkan hari serta hati.
Akankah suasana itu akan kembali lagi?,


silahkan klik gambar untuk mendengarkan.

Sabtu, 14 September 2013

Sharing

Selamat pagi Blogger, para pembaca dan penikmat tulisan. Saat ini saya sedang getol-getolnya sharing lagu-lagu saya bersama The MangMang. bagi yang ingin dan sudi mendengarkan, silahkan klik tautan tulisan di bawah ini. Semoga dapat meracuni telinga anda dan anda menyukainya.

The MangMang - Bawa Aku Terbang Tinggi

Kamis, 12 September 2013

Reposting #batpoet

Awalnya tulisan ini diperuntuk-kan kumpulan sebuah buku dari suatu komunitas. Namun akhirnya tidak ada kelanjutan karena berbagai kendala. Saya coba posting disini dan tulisan ini adalah tulisan lama saya. selamat menikmat-kan diri.

Akhir November 2006
(belum diberi judul)

Sampanku Abu-abu,
mengambang di sungai kelabu.
Senja yang ungu,
 menemani sendu sendiriku.
                Ikuti arus, bersama badanku yang kurus.
                Tak tahu utara dan tak kutatap barat.
Ya, aku sendiri di dunia tanpa arah angin.
Duniaku penuh haru dan tangis getir.
Aku berkiblat pada dingin.
Cahaya dan tak ada cahaya sama saja.
Benderaku bendera kuning.
                Gelap, tentu gelap.
                Rumah-rumah terdiri dari warna warni saja.
                Warna-warna tak natural,
                Warna-warna campuran  
                Sama seperti tetumbuhan dan pepohonan.
                Tak ada lagi hijau, biru putih dan hitam tegas.
                Merah-pun menjadi jingga.
Lagu-lagu seperti bunyi tak beraturan.
Suara jangkrik semakin menyakitkan.
Kicauan burung jadi menakutkan.
Dan saat orang-orang telah pergi ke dalam mati.
Aku masih hidup.
Ya, yang sanghat menyakitkan disaat aku sadar,
Aku masih hidup.               


15februari 2007- 07 Oktober 2010
(belum diberi judul)

Apalagi yang hendak aku katakan?
Rayuan kering kerontang?.
Tatapan rindu yang mendendam?
Kecupan di kening?.
                Tidak, tak mencukupi,
                Rasa yang kau beri lebih hangat dari mentari di pagi.
Kemari…
Kemari saying.
Kita mati bersama.
Dunia bukan tempat kita.
Tak akan cukup ku toreh tinta di bentala fana.
Kemari..
Kemari saying.
Biar sementara memusuhi, dan
biarkanlah suci kita tetap abadi.

Temukan aku dalam ketersesatanku
25 Juni 2007
Dunia dalam teralis,
Dibuat dari ratap tangis.
Kesepian adalah keharusan.
Ya dinding kebebasan.
                Aku terlahir dari arang,
                Kulitku legam,
                Menjauhlah,
                Aku mudah terbakar.
Aku tercipta oleh uap air,
lembab dan basah,
pergilah,
sebentar lagi aku muntah.

Tak Perlu Bertanya.
15 April 2008
Berselisih paham dengan iblis,
Mengecualikannya pada apa-apa yang di benarkan Tuhan.
Dan ini lah kesewenangan Tuhan.
Menguncinya pada kalimat-kalimat bernama firman.
Kalimat-kalimat yang disusun menjadi alkitab.
       Mutlak.
Sembah sujud pada adam.
Ia datang bersama cahaya para malaikat.
Dilengkapi darah, jiwa dan tanah.
Dibalut dengan jasad berupa daging dan helai rambut.
Melengkapi apa-apa yang pernah dicipta.
                Lalu mengapa sempurna?
                Sedang dosa terlahir bersama sombong dan lupa?
                Dan inilah kesewenangan Tuhan.
                Kita namakan keseimbangan.
                Agar ada barat di gelap dan timur di terang.
                Utara di putih dan selatan di hitam.
                Ada dan tiada adalah percaya.
                Dalam dunia rasa dan nyata.
                Dan kita akan kembali pada surge.
                Tak perlu bertanya.
               










11

awal kata


      Ini adalah Blog yang saya buat entah untuk ke-berapa kali-nya. Selebihnya saya tinggalkan dan tak pernah saya urus lagi. Jadi harap maklum apabila blog yang ini pun belum tentu akan menjadi blog harian, mingguan atau bulanan tetap saya.

           Perkenalkan, nama saya Brama Diponayoko,Nama yang saya dapatkan dari orang tua saya namun cukup panggil saja Bram.  Menurut pengalaman saya tentang nama Brama, kebanyakan orang beranggapan bahwa Brama itu bertipikal badan yang tinggi besar , gagah atau mungkin juga tampan. Sejatinya, saya biasa - biasa saja, bahkan dapat dibilang pas-pasan. Dan bagi saya nama adalah identitas, yang dapat membedakan individu satu dengan yang lain. Jadi, panggil saja saya Bram.
            Saya sangat suka membaca, menulis, bermain musik, mencipta lagu, berkomentar tentang hal-hal yang tidak begitu penting, bercerita, mendengarkan cerita, menonton ( semua jenis film, kecuali film steven seagal ) , meracik menu makanan serta minuman baru yang belum tentu enak rasanya, membuat konsep acara meskipun tak semuanya dapat saya realisasikan, berenang, memancing ikan, tersesat, bersepeda dan masih banyak hal-hal lain yang saya sukai apalagi berkenaan dengan tantangan akan hal-hal yang baru.
             demikian bagian pembuka dari tulisan-tulisan serta pengalaman saya. semoga yang membaca blog ini dapat berinteraksi dengan saya agar saya tidak merasa seperti alien di dunia huruf, angka dan gambar yang digital ini. 






terima kasih.