Sabtu, 07 Oktober 2006

Lipatan Pantat



Nafas,

Seperti butiran padi dalam kuali.
Perlahan habis,
Ya mati.


Iblis,
Adalah sawahnya.
Dan kita berdiri di daratan neraka.
Terdampar dalam negeri kuali,
Bersembunyi pada kulit dan topeng dunia,
Atas nama dosa.
Lalu berbangga seakan menghuni surga.
Sementara nyawa tinggal sepantat saja.


Nafas,
Seperti butiran keringat pada lipatan pantat.
Bau dan pengap.
Iblis,
Adalah lubangnya.
Dan kita berada pada celah antaranya.
Terdampar pada rambut ataukah bulu,
Sama saja.
Bersembunyi pada bibir dan belahan kulit,
Atas nama pantat.
Lalu berbangga,
Seakan menghuni kepala.
Sementara nyawa tinggal sebutir padi saja.
Ya,
sebaiknya Mati-lah.











11